Logo

Kementerian Pertanian
Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan

Balai Embrio Ternak

Cipelang - Bogor

Selamat Datang di Website Resmi Balai Embrio Ternak Cipelang
Kami siap melayani Anda sepenuh hati

Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis yang berada dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.


Berita Umum


Kelahiran sapi Belgian Blue di BET Cipelang membawa berkah bagi BET Cipelang sekaligus merupakan tantangan yang harus dihadapi dan dilaksanakan dengan seluruh kemampuan. Untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, dibentuk tim yang akan bekerja bersama BET Cipelang untuk melaksanakannya. Tim pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan & Kesehatan Hewan nomor 7642/KPTS/PK.040/F/08/2017 Tanggal 7 Agustus 2017 tentang pembentukan tim Pengembangan Sapi Belgian Blue di Indonesia. Sebagai tindak lanjut dari SK Dirjen PKH tersebut, dilakukan pertemuan pembahasan roadmap pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia yang dihadiri oleh tim yang tercantum dalam SK Dirjen. Selengkapnya

oleh administrator, 14 September 2017

Kunjungan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. I Ketut Diarmita, MP ke BET Cipelang merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Dirjen PKH didampingi oleh Sekretaris Ditjen PKH, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc, pakar pendamping dan tim teknis langsung menuju ke lapangan untuk menyaksikan sapi Belgian Blue (BB) hasil TE dan persilangannya dengan bangsa sapi lainnya. Pada kesempatan ini, dirjen PKH menyatakan bahwa BET telah menunjukkan kemampuannya untuk menerapkan teknologi reproduksi dengan sangat baik yang dibuktikan dengan dihasilkannya anak BB hasil TE ini. Meskipun BET telah mampu melahirkan 11 ekor sapi BB yang terdiri dari 1 ekor BB murni dan 10 ekor hasil persilangan BB dengan bangsa lain, diharapkan ke depannya akan dihasilkan keturunan BB yang lebih banyak lagi sehingga akan memiliki efek yang besar bagi Indonesia. Selengkapnya

oleh administrator, 4 September 2017

Pelaksanaan Aplikasi Transfer Embrio (TE) yang bertujuan untuk menghasilkan bibit unggul baik secara performans maupun genetik perlu diiringi dengan komitmen yang tinggi dari para stakeholder yang terlibat. Akan menjadi sia-sia jika aplikasi TE yang dilaksanakan dengan menggunakan embrio yang dihasilkan dengan biaya produksi dan keterampilan yang tinggi, namun anak hasil TE hanya berujung di Rumah Potong Hewan. Selengkapnya

oleh administrator, 30 August 2017

Semakin besar tanggung jawab dan dinamisnya tugas fungsi pegawai negeri sipil (PNS) atau sekarang disebut Aparatur Sipil Negara (ASN), semakin besar pula kemungkinan ASN menghadapi permasalahan hukum. Tidak sedikit ASN sebagai anggota KORPRI yang dalam melaksanakan tugasnya tersangkut kasus/ permasalahan hukum akibat kesalahan administrasi dan tidak memahami ketentuan hukum/peraturan perundang-undangan Selengkapnya

oleh menik setyarini, 24 August 2017

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 72, BET Cipelang melaksanakan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh pegawai. Upacara dipimpin oleh Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang sebagai instruktur upacara. Saat memberikan amanat upacara, kepala balai mengajak seluruh pegawai untuk bekerja bersama mensukseskan kegiatan tahun 2017. Selengkapnya

oleh administrator, 20 August 2017

Peningkatan kompetensi SDM peternakan dalam penanggulangan gangguan reproduksi merupakan suatu seharusan demi mensukseskan UPSUS SIWAB 2017. Untuk kesekian kalinya BET Cipelang bekerja bersama dengan BIB Lembang. Kerjasama yang biasanya dijalin dalam hal distribusi pejantan dan pemanfaatan pejantan sebagai penghasil semen, kini BET Cipelang dan BIB Lembang “bekerja bersama” dalam peningkatan SDM Peternakan terutama para petugas yang membidangi medis reproduksi. Selengkapnya

oleh administrator, 11 August 2017

Pemerintah terus berupaya melakukan peningkatan produktivitas sapi potong melalui pemanfaatan keragaman genotip yang memiliki potensi genetik superior, diantaranya penyediaan bibit unggul ternak dengan laju pertumbuhan cepat dan menghasilkan daging yang maksimal. Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang selaku penyedia bibit sapi unggul nasional melakukan terobosan dengan mendatangkan embrio dan semen Belgian Blue langsung dari Belgia dengan maksud menambah varian genetik sebagai alternatif dalam upaya pengembangan perbibitan. Pelaksanaan Transfer Embrio (TE) Belgian Blue berhasil melahirkan 1 ekor Sapi Jantan murni Belgian Blue dengan bobot lahir 62,5 kg melalui operasi Caesare. Bobot lahir yang tinggi merupakan salah satu karakteristik Sapi Belgian Blue yang disebabkan penghambatan atau ketidakberadaan myostatin di dalam sel yang mengakibatkan pembesaran jaringan otot melebihi normal (Oldham et al., 2001). Selengkapnya

oleh Delia Stiatna, 29 July 2017

Ketahanan pangan bukan hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan dalam swasembada pangan agar tidak ada lagi ketergantungan pangan dari negara manapun. Kementerian Pertanian, dalam hal ini Ditjen PKH terus melakukan upaya pembangunan peternakan dalam mewujudkan pencapaian ketahanan pangan, terutama penyediaan pangan/protein hewani asal ternak. Saat ini Negara kita masih kekurangan daging sapi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar 30-40%, sehingga masih mengimport daging sapi tersebut dari Negara lain. Ini yang menjadi tantangan sekaligus PR (pekerjaan rumah) bagi Ditjen PKH dalam menutup kekurangan kebutuhan daging tersebut, sekaligus sebagai peluang dalam pembangunan peternakan nasional. Selengkapnya

oleh R. Radito Gariadjie, 27 July 2017

Dalam kurun waktu 2009-2014, penyediaan daging sapi lokal rata-rata baru memenuhi 65,24% kebutuhan total daging sapi/kerbau nasional. Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah perlu menyusun program peningkatan produksi daging sapi/kerbau dalam negeri menggunakan pendekatan yang lebih banyak mengikutsertakan peran aktif masyarakat. Mulai tahun 2017, pemerintah menetapkan Upsus Siwab (upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Sebagai dasar pelaksanaan kegiatan ini, telah terbit Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. Keluaran yang diharapkan adalah terlayaninya perkawinan sapi/kerbau sebanyak 4 juta akseptor dan terjadinya kebuntingan sapi/kerbau 3 juta ekor di tahun 2017. Selengkapnya

oleh Cecep Sastrawiludin, 13 July 2017

Penerapan teknologi IB dan TE sudah dikenal luas oleh masyarakat peternak di Indonesia. Pemanfaatan teknologi IB terbukti mampu meningkatkan populasi ternak dengan cepat. Dalam upaya meningkatkan mutu genetik ternak, perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi TE dengan menggunakan embrio yang berasal dari sapi donor dan pejantan unggul sehingga diharapkan akan lebih banyak keturunan unggul yang dihasilkan kemudian. Jika dibandingkan dengan kawin alam dan IB, teknologi TE terbukti mampu memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan keturunan dengan mutu genetik unggul yang setara dengan tetuanya. Selengkapnya

oleh Cecep Sastrawiludin, 6 July 2017